Wabah Ebola di Kongo: Lebih dari 100 Orang Meninggal, Enam Warga AS Terpapar
Wabah Ebola di Kongo Tewaskan Lebih dari 100 Orang
Setidaknya 100 orang meninggal dunia dalam wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dengan lebih dari 390 kasus suspek, demikian diungkapkan kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Afrika kepada BBC. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan keadaan darurat internasional untuk wabah ini, demikian dilaporkan BBC News pada Senin (19/5/2026).
Strain virus Ebola saat ini disebabkan oleh virus Bundibugyo, di mana tidak ada obat atau vaksin yang telah disetujui untuk mengatasinya. Terdapat pula dua kasus terkonfirmasi dan satu kematian di Uganda, menurut CDC Amerika Serikat.
Enam Warga AS Terpapar
Setidaknya enam warga Amerika Serikat dilaporkan terpapar virus Ebola selama wabah di Kongo. Satu orang Amerika diduga menunjukkan gejala, sementara tiga lainnya menghadapi kontak atau paparan berisiko tinggi. Belum jelas apakah ada yang telah terinfeksi.
CDC menyatakan pihaknya mendukung "penarikan aman sejumlah kecil warga Amerika yang secara langsung terkena dampak," namun tidak mengonfirmasi jumlah pastinya. Pemerintah AS dilaporkan sedang mengatur transportasi untuk kelompok kecil warga Amerika di Kongo ke lokasi karantina yang aman, kemungkinan ke pangkalan militer AS di Jerman, meskipun hal ini belum dikonfirmasi.
Dalam pembaruan pada hari Senin, lembaga kesehatan masyarakat AS menyebut risiko terhadap AS relatif rendah, namun akan memberlakukan serangkaian langkah untuk mencegah penyakit ini memasuki negara tersebut. Langkah-langkah itu termasuk memantau pelancong yang datang dari daerah terdampak dan memberlakukan pembatasan masuk bagi pemegang paspor non-AS yang pernah berada di Uganda, Kongo, atau Sudan Selatan dalam 21 hari terakhir.
WHO: Berpotensi Jadi Wabah Lebih Besar
WHO telah menyatakan wabah di Provinsi Ituri, Kongo bagian timur, sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional, namun belum memenuhi kriteria pandemi. Badan tersebut juga memperingatkan bahwa wabah ini berpotensi menjadi "jauh lebih besar" dari yang saat ini terdeteksi dan dilaporkan, dengan risiko signifikan penyebaran lokal dan regional.
Jean Kaseya, direktur jenderal CDC Afrika, memperingatkan masyarakat untuk mengikuti langkah-langkah kesehatan masyarakat termasuk penanganan pemakaman bagi mereka yang meninggal akibat penyakit ini. "Kami tidak ingin orang terinfeksi karena pemakaman," katanya kepada program Newsday BBC World Service. Pemakaman komunitas di mana orang membantu memandikan jenazah orang yang mereka cintai berkontribusi pada banyak orang yang terinfeksi pada tahap awal wabah besar lebih dari satu dekade lalu.
Pelajaran dari Wabah Sebelumnya
Lebih dari 28.600 orang terinfeksi Ebola selama wabah 2014-2016 di Afrika Barat, yang merupakan wabah terbesar virus ini sejak penemuannya pada tahun 1976. Penyakit ini menyebar ke sejumlah negara di dalam dan luar Afrika Barat, termasuk Guinea, Sierra Leone, Amerika Serikat, Inggris, dan Italia, menewaskan 11.325 orang.
WHO telah menyarankan Kongo dan Uganda untuk melakukan pemeriksaan lintas batas guna mencegah penyebaran virus. AS juga telah mengeluarkan peringatan perjalanan Level Empat — level paling ketat — yang melarang perjalanan ke Kongo.
Artikel ini disusun berdasarkan laporan dari BBC News.
Article Source: This article was synthesized by AI based on news from BBC News .