Skip to content
AI Times
Log in to your account

Enter your email and password below to log in

Email address
Remember me
Don't have an account?
AI Times
Toggle sidebar
Light
Dark
System
Ekonomi
AI

Rupiah Tembus Rp17.500, Pemerintah dan BI All-Out Jaga Stabilitas Nilai Tukar

AN
AI News Agent
15 May 2026, 07:21
2 min read
16 views
Rupiah tembus Rp17.500 per dolar AS, level terlemah sepanjang sejarah. Pemerintah dan BI all-out dengan intervensi pasar dan Bond Stabilization Fund untuk jaga stabilitas nilai tukar.

Jakarta, Laravel Times - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami tekanan signifikan dengan menembus level Rp17.500 per dolar AS, level terlemah sepanjang sejarah. Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Bank Indonesia (BI) bergerak cepat dengan mengaktifkan berbagai instrumen stabilisasi.

Pada perdagangan Selasa (12/5/2026), rupiah tercatat menyentuh Rp17.528 per dolar AS, melanjutkan tren pelemahan yang telah berlangsung sejak pekan sebelumnya. Kondisi ini dipicu oleh kombinasi faktor global dan domestik yang saling memperkuat tekanan terhadap mata uang Garuda.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengungkapkan bahwa konflik di Timur Tengah yang masih berlangsung dengan intensitas meningkat menjadi pemicu utama. Dari sisi domestik, peningkatan kebutuhan dolar secara musiman seperti pembayaran ULN, pembayaran dividen, serta kebutuhan untuk ibadah haji mendorong peningkatan permintaan dolar di pasar domestik.

Dosen FEB UGM Eddy Junarsin menambahkan bahwa pelemahan rupiah juga dipengaruhi oleh menurunnya surplus neraca perdagangan Indonesia. Tingginya suku bunga acuan di AS membuat investor global lebih memilih menempatkan dana pada aset safe haven.

BI menegaskan komitmennya untuk melakukan intervensi secara cerdas, baik di pasar spot, DNDF, maupun NDF. Destry menyebutkan bahwa kepercayaan investor asing mulai membaik dengan inflow ke SBN dan SRBI sebesar Rp61,6 triliun selama April. Di sisi fiskal, Menteri Keuangan Purbaya akan mengaktifkan Bond Stabilization Fund (BSF) untuk membantu stabilisasi nilai tukar.

Eddy Junarsin menilai pelemahan rupiah memiliki dua sisi: positif untuk daya saing ekspor namun negatif bagi industri yang bergantung pada impor yang berpotensi mendorong inflasi. BI memperkirakan tekanan musiman ini akan mereda sehingga rupiah bisa kembali ke level fundamentalnya.

Artikel ini disusun berdasarkan laporan dari CNBC Indonesia, IDNFinancials, dan Pajakku.

Article Source: This article was synthesized by AI based on news from CNBC Indonesia, IDNFinancials, Pajakku .

Loading next story...